Langsung ke konten utama

3 Panggilan Tuhan


Sadarkah engkau ketika tuhan memanggil kita? Terkadang kita terlalu asik dengan kesibukan dunia. Sampai kita menelantarkan panggilan Tuhan Semesta Alam. Sadarkah kawan, panggilan tuhan yang kita telantarkan itu sebenarnya hanya sebagian kecil dari panggilan-panggilan tuhan.

Allah swt memiliki 3 panggilan. Ada yang lembut, ada yang berupa perintah, ada pula yang tidak akan pernah bisa kita hindari. Tahukah kawan, apa sajakah panggilan itu?


Allah swt memanggil kita sehari-hari dengan panggilan ringan berupa perintah untuk salat. Sering kita ketahui adzan adalah panggilan dari muadzin. Namun, tahukah engkau bahwa itu sebenarnya merupakan panggilan dari Allah swt. Orang-orang yang sadar akan panggilan Allah ini pastilah ia bersegera untuk melaksanakan pangilan-Nya. Tentunya dengan mendatangi dan melaksanakan salat di masjid.

Panggilan kedua dari Allah swt adalah ajakan untuk mengunjungi rumah-Nya (Baitullah). Panggilan ini bersifat lembut, dan bukan merupakan paksaan bagi yang kurang mampu. Terkadang kita melihat banyak orang yang sudah mampu, namun hatinya belum tergerak untuk memenuhi panggilan kedua ini. “Nanti saja, sekarang masih waktunya menikmati hidup dulu.” “Rasanya aku belum dipanggil oleh Allah ke Baitullah.” Itulah berbagai alasan yang dilontarkan banyak orang yang telah mampu namun enggan melaksanakan perintahnya.

Kedua panggilan tadi masih bisa kita elak dengan berbagai alasan. Namun, akankah panggilan ketiga mampu kita elak.

Layaknya barang, pasti memiliki masa dimana ia bisa dipakai sebelum akhirnya rusak dan tidak terpakai lagi. Makanan juga memiliki batas sebelum akhirnya basi. Sama halnya dengan manusia, kita pasti akan menghadapi apa yang namanya kematian. Ketika seseorang telah waktunya untuk dipanggil dan kembali ke sisi-Nya maka tak ada orang yang bisa dielakkan. Panggilan ketiga ini bersifat keras dan pasti. Setiap makhluk hidup akan merasakannya. Permasalahannya akankah kita mampu dan siap untuk menerima panggilan ini? Banyak orang yang tidak siap hingga ia dipanggil dalam keadaan yang mengenaskan. Namun, banyak juga yang dipanggil dalam keadaan yang tenang dan damai. Semua orang menginginkan dipanggilnya dalam keadaan yang tenang dan damai. Maka dari itu, perbanyaknya kita untuk beramal dan mengerjakan amal saleh.

Wallahu a’alam bi shawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menentang Hijab, Aktivis Wanita Tak Berbusana Depan Umum

Aktivis wanita di Iran melakukan aksi unjuk rasa dengan sangat menggegerkan. Bagaimana tidak? Para aktivis wanita ini melakukan aksi menentang hijab dengan tanpa busana di Stockholm. Mereka menuliskan slogan-slogan penolakan pada tubuh mereka. Beberapa slogan yang mereka pakai yaitu “saya telanjang untuk protes” dan “katakan tidak untuk hijab” Para anggota Partai Komunis Iran dan Organisasi Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan di Iran mendedikasikan aksi mereka dalam memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Unjuk rasa aktivis wanita ini bahkan menolak undang-undang syariat di Mesir. Mereka mengatakan “undang-undang bukanlah syariat” Memang boleh menyampaikan pendapat, namun apakah kita harus melupakan atas kebebasan beragama? Seorang wanita muslim diwajibkan untuk mengenakan hijab setiap hari. Tentunya ini ada maksud dari agama. Ketika seorang akhwat mengenakan hijab maka insya Allah kehormatannya akan dijaga oleh Allah swt.

P3K, Mie Solusinya

Istilah P3K atau biasa kita kenal dengan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan memang sudah memasyarakat. Namun, berbeda dengan istilah P3K yang lainnya yaitu Pertolongan Pertama Perut Keroncongan. Biasanya dalam keadaan terbatas tentu tidak ada makanan, maka dari itu ortang senang dengan makanan instan, misalnya adalah mie. Cara pembuatan mie pun tidaklah sulit. Peralatan yang kita butuhkan tidak banyak, kita hanya memerlukan panci, mangkuk, dan sendok. Cara membuatnya adalah merebus mie itu 2-3 menit. Setelah itu membuka bumbu dan tuang ke atas mangkuk.Selanjutnya mie dituang ke mangkuk yang telah diberi bumbu dan aduk hingga rata.

Tegakkan Syariat Ayo!

“Suatu ketika ada seorang akhwat sedang melewati sebuah perkampungan. Orang-orang di kampung itu datang dan menarik hijab dari sang akhwat itu. Terbukalah rambutnya. Datang seorang laki-laki bermaksud untuk melindungi akhwat tadi. Karena kesal orang-orang di kampung itu memukul laki-laki tadi hingga meninggal. Mendengar hal itu, Rasulullah saw langsung datang dengan membawa pasukan perang.” Mari kita ambil hikmah dari potongan cerita tadi. Islam dalam menegakkan syariatnya sangatlah tegas. Apalagi yang berhubungan dengan kehormatan seseorang. Bukti dari tegasnya Islam dalam menegakkan agama, ketika Rasulullah langsung akan memerangi orang di kampung itu. Seorang akhwat tadi yang kehormatannya dilecehkan dengan membuka auratnya menjadi padangan kritis oleh Rasulullah. Mari tegakkan agama kita! Allahu Akbar!
Cool Neon Green Outer Glow Pointer